peluang profesi akuntansi di Indonesia

Peluang Profesi Akuntansi di Indonesia

Melihat kondisi profesi akuntansi dan peranannya di Indonesia sampai saat ini, maka profesi akuntan memiliki beberapa keunggulan yang dapat dijadikan peluang untuk:
1. Kemudahan dalam memsuki dan meraih peluang kerja
2. Kesempatan untuk meningkatkan kualitas profesi melalui jenjang pendidikan S2 dan S3 serta pendidikan profesi berkelanjutan
3. Keleluasan dalam menentukan pilihan profesi ( akuntan publik, akuntan manajemen, akuntan pemerintah, akuntan pendidik)
4. profesi akuntan dibutuhkan oleh segala jenis bidang pekerjaan, dalam internal perusahaan pasti dibutuhkan bagian internal auditor. Selain itu dari sisi eksternal akuntan tidak hanya memverifikasi laporan keuangan tetapi juga termasuk kesesuaian dengan persyaratan legal yang ditetapkan pemerintah.


Tantangan Profesi Akuntan

Tantangan Profesi Akuntan di Indonesia:

a. Dewasa ini kebutuhan ekonomi global sangat membutuhkan peran dari profesi akuntan. Terlebih lagi saat ini akuntan publik yang tersedia sebanyak 67% sudah berada diatas 50 tahun serta sebanyak 39% sudah berada diatas 60 tahun maka dapat diproyeksikan 5-10 tahun kedepan dunia ekonomi Indonesia akan kesulitan menemui Profesi akuntan. Oleh karena itu, hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah pada umumnya dan profesi akuntan pada khususnya untuk dapat melakukan penyuluhan dan promosi betapa berpeluangnya profesi akuntan kepada calon mahasiswa.

b. Penguasaan bahasa asing yang dinilai kurang representatif pada kualifikasi profesi akuntan dianggap menjadi tantangan yang tidak bisa dianggap remeh oleh profesi akuntan. Hal ini agar kedepannya akuntan Indonesia mampu lebih banyak lagi yang berafiliasi dan memiliki rekanan akuntan dari luar negeri.

c. Profesi akuntansi tidak menjadi pilihan utama bagi para mahasiswa akuntansi dalam berkarier. Mereka hanya menjadikan bekerja di Kantor Akuntan Publik sebagai batu loncatan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi setelah mendapatkan ilmu yang mereka inginkan.

d. Pada tahun 2011 nanti akan diadakan adopsi dan konvergensi standar akuntansi keuangan dari FASB oriented yang notebene American Business Environment ke IFRS ( International Financial Reporting Standard ), dimana standar ini lebih dahhulu diadopsi di benua eropa.

e. Sebelum dikeluarkannya UU No. 34/1954 tentang Gelar Akuntan , semua orang dapat menyatakan dirinya selaku akuntan dan memakai gelar akuntan. Dengan dikeluarkannya UU tersebut maka pemerintah mengatur mereka yang berhak memakai gelar akuntan hanyalah mereka yang lulus dari Fakultas Ekonomi Negeri Jurusan Akuntansi dan Swasta yang disamakan, diatur oleh panitia Persamaan Ijasah Akuntan. Dengan semakin banyaknya fakultas ekonomi swasta maka pemerintah bersama IAI mengatur pelaksanaan Ujian Negara Akuntan. Pelaksanaan ujian ini terus dibenahi sampai pada akhirnya lulusan negeri dan swasta diwajibkan harus mengikuti ujian yang sama jika ingin mendapatkan gelar akuntan.

Perkembangan Profesi Akuntansi sektor Publik

1. Ruang Lingkup Akuntansi Sektor Publik
Pemahaman akan pentingnya akuntansi sektor publik baru muncul akhir-akhir ini. Hal ini dapat dimaklumi karena orientasi pendidikan akuntansi lebih ke Amerika Serikat yang tidak mengenal akuntansi sektor publik. Perekonomian Amerika Serikat lebih menekankan pada sektor swasta. Peranan negara dalam perekonomian amat minimal. Pemerintah amat membatasi diri dalam kaitan program pemerintah dan ruang gerak institusi pemerintah pusat dan daerah. Akibatnya dari sistem yang demikian, akuntansi sektor publik dibatasi ruang geraknya di sektor pemerintahan. Jadi akuntansi di pemerintahan Amerika Serikat lebih dikenal dengan akuntansi pemerintahan.

Akuntansi Sektor Publik merupakan bidang akuntansi yang mempunyai ruang lingkup lembaga-lembaga tinggi negara dan departemen-departemen di bawahnya, pemerintah daerah, yayasan, partai politik, perguruan tinggi dan organisasi-organisasi nonprofit lainnya, seperti:
A. Organisasi sektor publik dapat dibatasi dengan organisasi-organisasi yang menggunakan dana masyarakat, sehingga perlu melakukan pertanggungjawaban ke masyarakat. Di Indonesia, Akuntansi Sektor Publik mencakup beberapa bidang utama, yakni:
a. Akuntansi Pemerintah Pusat
b. Akuntansi Pemerintah Daerah
c. Akuntansi Parpol dan LSM
d. Akuntansi Yayasan
e. Akuntansi Pendidikan dan Kesehatan
f. Akuntansi Tempat Peribadatan

B. Aktivitas yang mendekatkan diri ke pasar tidak pernah ditujukan untuk memindahkan organisasi sektor publik ke sektor swasta.

2. Perkembangan Akuntansi Sektor Publik
- Pertama, di tahun 1952, fase sektor publik untuk pertama kalinya diajarkan di dunia akademis.
- Kedua, karakter organisasi sektor publik menunjukkan variasi sosial, ekonomi, politik, dan karakteristik menurut undang-undang.
- Ketiga, aktivitas organisasi sektor publik amat beraneka ragam.
- Keempat, kondisi organisasi sektor publik amat mandiri, atau mampu lepas dari mekanisme murni pasar.
- Kelima, fokus kesuksesan penyelenggaraan aktivitas publik adalah kompetensi manajemen.
- Keenam, kondisi proses pertanggungjawaban yang dilakukan oleh badan-badan sektor publik masih bersifat umum.

Fungsi akuntansi saat ini, diharapkan menjadi turunan dari perkembangan tuntutan masyarakat terhadap bidang akuntansi untuk memajukan sektor publik.

Penegakan etika profesi akuntan pemeriksa saat ini menjadi suatu hal yang mendesak:
- Selama ini, tuntutan dibatasi hanya oleh profesi, dalam artian sepanjang aturan profesi dipatuhi akuntan dianggap sudah memenuhi kewajiban baik secara profesi maupun kemasyarakatan,
- Hal ini dinilai tidak wajar, sehingga masyarakat menuntut agar akuntan bisa dituntut dijalur hukum,
- Perubahan dari sekedar moralitas menjadi realitas hukum masyarakat,
- Akuntan sebagai suatu profesi diminta untuk terlibat secara aktif, terkait dengan pelaksanaan transparansi ekonomi,
- Akuntansi sektor publik yang diharapkan lebih ditekankan pada sistem dan pemeriksaan akuntansi.
- Sistem akuntansi sektor publik yang lebih diharapkan kepada evaluasi kinerja publik.
- Penekanan terhadap efisiensi keuangan dan efektivitas manajemen akan menjadi dua titik awal fokus pengembangan bidang akuntansi manajemen sektor publik.

Perubahan Paradigma Akuntansi Sektor Publik



3. Profesi Sebagai Akuntansi Sektor Publik
Profesi akuntan dengan disiplin akuntansinya dianggap oleh Anglo Amerika sangat mempengaruhi pertumbuhan bisnis di seluruh dunia. Beberapa negara, seperti Rusia dan negara Eropa Timur, yang dulunya tidak terpengaruh, mulai mengalami perubahan yang signifikan dalam bidang akuntansi.

Hukum Umum  Anglo Saxon berawal dari Inggris dan kemudian diekspor ke negara-negara seperti Australia, Kanada, Hong Kong, India, Malaysia, Pakistan dan Amerika.

Hukum Kode  Kontinental berawal dari negara-negara Eropa Kontinental.

Kekuatan terbesar akuntansi adalah kelemahan utamanya:
- Uang merupakan alat tukar penengah dan sumber kekayaan, sehingga akuntan dibayar untuk mengembangkan kekayaan orang lain,
- Kelompok sosialis, dimana uang tidak memainkan peranan penting , maka akuntansi tidak akan dianggap penting,
- Akuntansi yang sangat tergantung pada waktu dan tempat, oleh karena itu perbandingan antar organisasi menjadi lebih sulit,

Apakah akuntansi merupakan suatu ilmu atau seni?
Apabila akuntansi sebagai ilmu, maka pertanyaannya adalah tentang karakter akuntansi dalam kasus-kasus khusus. Jika akuntansi adalah seni, berbagai gejala umum dapat ditelusuri. Kontrakdiksi ini masih terus berlangsung.

Perkembangan Profesi Akuntan Sektor Publik di Inggris:
1880 Institute of Chartered Accountants di Inggris dan Wales.
1885 The Corporate Treasurers and Accounting Institute.
Kemudian muncul Orgaisasi Chartered Institute of Publik Finance and Accounting yang melakukan sertifikasi para pekerja di sektor publik.
Akhir abad ke 19, Akuntansi di pemerintah daerah atau kota praja dan perusahaannya disebut “akuntansi sektor publik”.

Perkembangan Profesi Akuntan Sektor Publik di Indonesia:
Berdirinya Ikatan Akuntan Indonesia yang mulai memunculkan Kompartemen Akuntan Sektor Publik. Kompartemen ini mewadahi para pekerja bidang akuntansi dan akuntan yang bekerja di organisasi sektor publik.



Proses pengembangan bidang akuntansi sektor publik sangat dipengaruhi oleh:
- kapasitas dan tujuan kebijakan ekonomi, sehingga aspek budaya, sosial politik ekonomi menjadi dominan,
- orientasi pengelolaan organisasi sektor publik akan mengubah arah pengembangan organisasi akuntansi,
- kunci pemecahan permasalahan akuntansi sektor publik adalah penyederhanaan yang logis untuk menciptakan kompleksitas bidang akuntansi sektor publik.


4. Perkembangan Terakhir Akuntansi Sektor Publik Di Negara lain
Pengalaman Inggris dapat dijadikan acuan dalam mempelajari perkembangan administrasi publik di era tahun 1980-an sampai dengan tahun 1998, yang berkembang seiring dengan tuntutan utuk penyelenggaraan pemerintahan yang lebih akuntabel.

Pandangan bahwa efisiensi sektor pemerintahan dapat diukur, telah disuarakan sejak tahun 1968. sebagai contoh, laporan Fulton merekomendasikan untuk menetapakan unit yang bertanggung jawab dalam organisasi pemerintahan, yaitu outputnya dapat diukur/dibandingkan dengan biayanya atau kriteria yang lain.

Beberapa contoh proyeksi mewiraswastakan kepemerintahan ini telah dilakukan di beberapa pemerintahan Federal, Negara Bagian maupun pemerintahan kota. Sebagai contoh, selama ini pemerintah mempunyai monopoli dalam memproduksi senjata dengan alasan bahwa riskan bagi pihak swasta untuk melakukan hal yang cukup vital ini. Namun dalam kenyataannya, tidak seorang pun warga Amerika Serikat membiarkan pemerintahannya memproduksi senjata.


Sumber : rahmaandira.blogspot.com

Ekspektasi Saya Mengenai Profesi Akuntansi yang Saya Ingini

Ekspektasi saya mengenai profesi akuntan yang saya minati, saya ingin menjadi seorang auditor internal pada struktur organisasi Tentara Nasional Indonesia. Selain karena saya sangat menyenangi dunia militer, saya juga ingin sekali ilmu yang saya dapatkan di dunia kuliah ini dapat saya implementasikan pada dunia kerja nanti. Hal lain yang mendasari ekspektasi saya ini adalah masih sangat berantakannya sistem pencatatan dan sistem pengendalian internal pada tubuh TNI sehingga dapat mewujudkan organisasi TNI yang optimal dan akuntabel serta dapat mempertangungjawabkan alokasi APBN yang telah di amanatkan pada organisasi TNI.
Tidak itu saja, selain juga ingin mendirikan suatu kongsi akuntan publik dimana saya bekerja sama dengan para akuntan publik dimana saya menjadi salah satu stakeholder-nya dan dapat memiliki rekanan salah satu the big four di Amerika Serikat sana. Saya tidak mungkin mendirikan KAP sendiri karena keterikatan dinas saya dengan dunia TNI oleh karena itu saya hanya mendirikan kongsi akuntan publik.
Untuk dapat mewujudkan ekspektasi saya itu semua, saya tidak serta merta hanya mengandalkan gelar sarjana akuntansi saya saja. tetapi saya juga mengajukan beasiswa pada TNI untuk mendapatkan gelar ' bersertifikat akuntan publik '.
Selain itu saya juga ingin mendapatkan sertifikasi saya pada CMA yaitu pada bidang akuntansi manajemen serta sertifikasi pada CIA yaitu pada bidang auditor internal sesuai ekspektasi saya yang ingin membenahi sistem pencatatan dan manajemen pada TNI. Setelah itu stayaakan mencoba mendapatkan sertifikasi pada CIA sebagai prasyarat untuk dapat mendirikan kongsi akuntan publik.


sumber referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Akuntansi#Badan_standar_auditing

Uji Normalitas Data

Dalam melakukan suatu pengolahan data statistik khususnya yang menggunakan software SPSS, idealnya harus melakukan uji normalitas terhadap data yang akan diolah lebih lanjut.

Uji normalitas adalah suatu pengujian untuk mengetahui apakah data yang akan diolah telah terdistribusi normal atau tidak. Maksud dari data terdistribusi normal adalah bahwa data akan mengikuti bentuk distribusi normal dimana datanya memusat pada nilai rata-rata dan median.

Dalam software SPSS, ada beberapa cara untuk mengetahui kenormalan data diantaranya sebagai berikut.

1. Rasio Kurtosis dan Skewness
Kriteria pengujiannya ialah sebagai berikut.
Jika nilai rasio kurtosis dan skewness berada diantara -2 sampai 2, maka data tersebut dianggap normal.

2. Kolmogorov dan Smirnov
Pada pengujian ini, data dianggap normal jika nilai sig nya lebih dari 0,05.

3. Shapiro WIlk
Kriteria pengujiannya sama dengan kolmogorov smirnov, yaitu data dianggap normal jika nilai sig nya lebih dari 0,05.

Bila data nya normal, maka data tersebut dapat dilanjutkan ke pengujian selanjutnya menggunakan uji parametrik. Namun bila datanya tidak normal, maka ada beberapa alternatif penyelesaian, yaitu:
1. Menambah data atau periode data.
2. Tidak melanjutkan penelitian.
3. Melanjutkan penelitian dengan menggunakan uji non parametrik.



Akuntansi Perusahaan Jasa

Materi akuntansi perusahaan jasa ini telah saya pelajari pada saat tingkat satu di Universitas Gunadarma. Karena itulah saya ingin berbagi kepada pembaca mengenai apa yang telah saya dapatkan perihal akuntansi perusahaan jasa.

Perusahaan Jasa adalah perusahaan yang kegiatannya menyediakan berbagai pelayanan kepada anggota masyarakat yang memerlukan.

Beberapa contoh Bidang-Bidang dalam Usaha Jasa ialah:
a) Transportasi : Perusahaan taksi dan bis, dan lain-lain.
b) Komunikasi : Pengusaha wartel, penerbit surat kabar, dan lain-lain.
c) Persewaan : Per sewa gedung pertemuan, alat-alat berat.
d) Keahlian : Penjahit, salon kecantikan, dan lain-lain.e) Profesi : Notaris, Biro konsultan, dan lain-lain.

Perusahaan Jasa memiliki Ciri-Ciri sebagai berikut.
a) Kegiatan usahanya selalu membantu orang lain / badan lain dengan menerima balas jasa.
b) Pembelian barang oleh perusahaan jasa (bahan habis pakai / perlengkapan dan peralatan) tidak untuk diolah atau dijual kembali tetapi untuk memberikan pelayanan kepada pemakai jasa.
c) Pendapatannya diperoleh dari penjualan jasa.

Dalam pencatatan pada perusahaan jasa, terdapat siklus transaksi yaitu sebagai berikut.
1. Tahap Pencatatan
Siklus akuntansi dimulai dengan adanya suatu transaksi / kejadian yang harus dicatat. Tahap pencatatan meliputi pencatatan-pencatatan dalam bukti transaksi / bukti pembukuan, jurnal, dan buku besar.
a) Transaksi, yaitu tindakan yang mengakibatkan perubahan aktiva / kewajiban dan ekuitas /modal yang berhubungan dengan pihak luar.
Contoh : - Pembelian barang, perlengkapan, dan peralatan
- Penjualan barang atau jasa
- Pembayaran utang usaha
- Pembayaran beban sewa, gaji
- Penerimaan pendapatan, piutang usaha

b) Kejadian, yaitu tindakan yang terjadi di dalam perusahaan (transaksi intern).
Contoh : - Penyusutan aktiva tetap
- Pemakaian perlengkapan
- Pembentukan cadangan piutang tak tertagih

2. Tahap Pengikhtisaran
a) Memproses hasil pencatatan selama periode akuntansi dan menyesuaikannya dengan keadaan yang sebenarnya pada akhir periode akuntansi.
b) Tahap ini meliputi penyusunan neraca saldo, jurnal penyesuaian, penutupan buku besar, dan neraca sisa setelah penutupan.

3. Tahap Pelaporan
a) Penyusunan laporan keuangan yang bersumber dari hasil pengikhtisaran.
b) Pembuatan laporan keuangan berdasarkan akun – akun buku besar.
c) Laporan keuangan dapat disusun setelah membuat penyesuaian dan memasukkannya ke dalam akun buku besar atau setelah menyusun kertas kerja.




Asal Mula Kalkulator

Kita tentu sudah tidak asing lagi dengan alat hitung yang satu ini.. suatu alat yang selalu berdekatan dengan manusia khususnya mahasiswa jurusan akuntansi,, apalagi kalau bukan Kalkulator. Kalkulator adalah suatu mesin berukuran relatif kecil namun memiliki manfaat yang sangat besar dalam melakukan perhitungan, baik perhitungan biasa, perhitungan akuntansi maupun perhitungan statistik.

Namun pernahkan kita berpikir dari mana kalkulator berasal? Untuk itu saya akan mengulasnya pada postingan ini.

Pada awal 1640an kalkulator mekanik telah diproduksi oleh pabrik untuk dijual. Catatan menunjukan bahwa mesin sejenis telah ada sebelumnya, tetapi Blaise Pascal lah yang menemukan kalkulator komersil pertama kali, sebuah mesin penambah bertenaga tangan. Meskipun percobaan untuk kalkulator pengali telah dilakukan oleh Gottfried Liebnitz pada tahun 1670an tetapi kalkulator pengali yang nyata muncul pertama kali di Jerman tidak lama setelah Revolusi Amerika.

Itulah kilasan singkat mengenai penemu kalkulator.. tanpa beliau, kita tidak akan semudah ini melakukan perhitungan dalam kegiatan kita.