Perkembangan Profesi Akuntansi sektor Publik

1. Ruang Lingkup Akuntansi Sektor Publik
Pemahaman akan pentingnya akuntansi sektor publik baru muncul akhir-akhir ini. Hal ini dapat dimaklumi karena orientasi pendidikan akuntansi lebih ke Amerika Serikat yang tidak mengenal akuntansi sektor publik. Perekonomian Amerika Serikat lebih menekankan pada sektor swasta. Peranan negara dalam perekonomian amat minimal. Pemerintah amat membatasi diri dalam kaitan program pemerintah dan ruang gerak institusi pemerintah pusat dan daerah. Akibatnya dari sistem yang demikian, akuntansi sektor publik dibatasi ruang geraknya di sektor pemerintahan. Jadi akuntansi di pemerintahan Amerika Serikat lebih dikenal dengan akuntansi pemerintahan.

Akuntansi Sektor Publik merupakan bidang akuntansi yang mempunyai ruang lingkup lembaga-lembaga tinggi negara dan departemen-departemen di bawahnya, pemerintah daerah, yayasan, partai politik, perguruan tinggi dan organisasi-organisasi nonprofit lainnya, seperti:
A. Organisasi sektor publik dapat dibatasi dengan organisasi-organisasi yang menggunakan dana masyarakat, sehingga perlu melakukan pertanggungjawaban ke masyarakat. Di Indonesia, Akuntansi Sektor Publik mencakup beberapa bidang utama, yakni:
a. Akuntansi Pemerintah Pusat
b. Akuntansi Pemerintah Daerah
c. Akuntansi Parpol dan LSM
d. Akuntansi Yayasan
e. Akuntansi Pendidikan dan Kesehatan
f. Akuntansi Tempat Peribadatan

B. Aktivitas yang mendekatkan diri ke pasar tidak pernah ditujukan untuk memindahkan organisasi sektor publik ke sektor swasta.

2. Perkembangan Akuntansi Sektor Publik
- Pertama, di tahun 1952, fase sektor publik untuk pertama kalinya diajarkan di dunia akademis.
- Kedua, karakter organisasi sektor publik menunjukkan variasi sosial, ekonomi, politik, dan karakteristik menurut undang-undang.
- Ketiga, aktivitas organisasi sektor publik amat beraneka ragam.
- Keempat, kondisi organisasi sektor publik amat mandiri, atau mampu lepas dari mekanisme murni pasar.
- Kelima, fokus kesuksesan penyelenggaraan aktivitas publik adalah kompetensi manajemen.
- Keenam, kondisi proses pertanggungjawaban yang dilakukan oleh badan-badan sektor publik masih bersifat umum.

Fungsi akuntansi saat ini, diharapkan menjadi turunan dari perkembangan tuntutan masyarakat terhadap bidang akuntansi untuk memajukan sektor publik.

Penegakan etika profesi akuntan pemeriksa saat ini menjadi suatu hal yang mendesak:
- Selama ini, tuntutan dibatasi hanya oleh profesi, dalam artian sepanjang aturan profesi dipatuhi akuntan dianggap sudah memenuhi kewajiban baik secara profesi maupun kemasyarakatan,
- Hal ini dinilai tidak wajar, sehingga masyarakat menuntut agar akuntan bisa dituntut dijalur hukum,
- Perubahan dari sekedar moralitas menjadi realitas hukum masyarakat,
- Akuntan sebagai suatu profesi diminta untuk terlibat secara aktif, terkait dengan pelaksanaan transparansi ekonomi,
- Akuntansi sektor publik yang diharapkan lebih ditekankan pada sistem dan pemeriksaan akuntansi.
- Sistem akuntansi sektor publik yang lebih diharapkan kepada evaluasi kinerja publik.
- Penekanan terhadap efisiensi keuangan dan efektivitas manajemen akan menjadi dua titik awal fokus pengembangan bidang akuntansi manajemen sektor publik.

Perubahan Paradigma Akuntansi Sektor Publik



3. Profesi Sebagai Akuntansi Sektor Publik
Profesi akuntan dengan disiplin akuntansinya dianggap oleh Anglo Amerika sangat mempengaruhi pertumbuhan bisnis di seluruh dunia. Beberapa negara, seperti Rusia dan negara Eropa Timur, yang dulunya tidak terpengaruh, mulai mengalami perubahan yang signifikan dalam bidang akuntansi.

Hukum Umum  Anglo Saxon berawal dari Inggris dan kemudian diekspor ke negara-negara seperti Australia, Kanada, Hong Kong, India, Malaysia, Pakistan dan Amerika.

Hukum Kode  Kontinental berawal dari negara-negara Eropa Kontinental.

Kekuatan terbesar akuntansi adalah kelemahan utamanya:
- Uang merupakan alat tukar penengah dan sumber kekayaan, sehingga akuntan dibayar untuk mengembangkan kekayaan orang lain,
- Kelompok sosialis, dimana uang tidak memainkan peranan penting , maka akuntansi tidak akan dianggap penting,
- Akuntansi yang sangat tergantung pada waktu dan tempat, oleh karena itu perbandingan antar organisasi menjadi lebih sulit,

Apakah akuntansi merupakan suatu ilmu atau seni?
Apabila akuntansi sebagai ilmu, maka pertanyaannya adalah tentang karakter akuntansi dalam kasus-kasus khusus. Jika akuntansi adalah seni, berbagai gejala umum dapat ditelusuri. Kontrakdiksi ini masih terus berlangsung.

Perkembangan Profesi Akuntan Sektor Publik di Inggris:
1880 Institute of Chartered Accountants di Inggris dan Wales.
1885 The Corporate Treasurers and Accounting Institute.
Kemudian muncul Orgaisasi Chartered Institute of Publik Finance and Accounting yang melakukan sertifikasi para pekerja di sektor publik.
Akhir abad ke 19, Akuntansi di pemerintah daerah atau kota praja dan perusahaannya disebut “akuntansi sektor publik”.

Perkembangan Profesi Akuntan Sektor Publik di Indonesia:
Berdirinya Ikatan Akuntan Indonesia yang mulai memunculkan Kompartemen Akuntan Sektor Publik. Kompartemen ini mewadahi para pekerja bidang akuntansi dan akuntan yang bekerja di organisasi sektor publik.



Proses pengembangan bidang akuntansi sektor publik sangat dipengaruhi oleh:
- kapasitas dan tujuan kebijakan ekonomi, sehingga aspek budaya, sosial politik ekonomi menjadi dominan,
- orientasi pengelolaan organisasi sektor publik akan mengubah arah pengembangan organisasi akuntansi,
- kunci pemecahan permasalahan akuntansi sektor publik adalah penyederhanaan yang logis untuk menciptakan kompleksitas bidang akuntansi sektor publik.


4. Perkembangan Terakhir Akuntansi Sektor Publik Di Negara lain
Pengalaman Inggris dapat dijadikan acuan dalam mempelajari perkembangan administrasi publik di era tahun 1980-an sampai dengan tahun 1998, yang berkembang seiring dengan tuntutan utuk penyelenggaraan pemerintahan yang lebih akuntabel.

Pandangan bahwa efisiensi sektor pemerintahan dapat diukur, telah disuarakan sejak tahun 1968. sebagai contoh, laporan Fulton merekomendasikan untuk menetapakan unit yang bertanggung jawab dalam organisasi pemerintahan, yaitu outputnya dapat diukur/dibandingkan dengan biayanya atau kriteria yang lain.

Beberapa contoh proyeksi mewiraswastakan kepemerintahan ini telah dilakukan di beberapa pemerintahan Federal, Negara Bagian maupun pemerintahan kota. Sebagai contoh, selama ini pemerintah mempunyai monopoli dalam memproduksi senjata dengan alasan bahwa riskan bagi pihak swasta untuk melakukan hal yang cukup vital ini. Namun dalam kenyataannya, tidak seorang pun warga Amerika Serikat membiarkan pemerintahannya memproduksi senjata.


Sumber : rahmaandira.blogspot.com

Ekspektasi Saya Mengenai Profesi Akuntansi yang Saya Ingini

Ekspektasi saya mengenai profesi akuntan yang saya minati, saya ingin menjadi seorang auditor internal pada struktur organisasi Tentara Nasional Indonesia. Selain karena saya sangat menyenangi dunia militer, saya juga ingin sekali ilmu yang saya dapatkan di dunia kuliah ini dapat saya implementasikan pada dunia kerja nanti. Hal lain yang mendasari ekspektasi saya ini adalah masih sangat berantakannya sistem pencatatan dan sistem pengendalian internal pada tubuh TNI sehingga dapat mewujudkan organisasi TNI yang optimal dan akuntabel serta dapat mempertangungjawabkan alokasi APBN yang telah di amanatkan pada organisasi TNI.
Tidak itu saja, selain juga ingin mendirikan suatu kongsi akuntan publik dimana saya bekerja sama dengan para akuntan publik dimana saya menjadi salah satu stakeholder-nya dan dapat memiliki rekanan salah satu the big four di Amerika Serikat sana. Saya tidak mungkin mendirikan KAP sendiri karena keterikatan dinas saya dengan dunia TNI oleh karena itu saya hanya mendirikan kongsi akuntan publik.
Untuk dapat mewujudkan ekspektasi saya itu semua, saya tidak serta merta hanya mengandalkan gelar sarjana akuntansi saya saja. tetapi saya juga mengajukan beasiswa pada TNI untuk mendapatkan gelar ' bersertifikat akuntan publik '.
Selain itu saya juga ingin mendapatkan sertifikasi saya pada CMA yaitu pada bidang akuntansi manajemen serta sertifikasi pada CIA yaitu pada bidang auditor internal sesuai ekspektasi saya yang ingin membenahi sistem pencatatan dan manajemen pada TNI. Setelah itu stayaakan mencoba mendapatkan sertifikasi pada CIA sebagai prasyarat untuk dapat mendirikan kongsi akuntan publik.


sumber referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Akuntansi#Badan_standar_auditing

Uji Normalitas Data

Dalam melakukan suatu pengolahan data statistik khususnya yang menggunakan software SPSS, idealnya harus melakukan uji normalitas terhadap data yang akan diolah lebih lanjut.

Uji normalitas adalah suatu pengujian untuk mengetahui apakah data yang akan diolah telah terdistribusi normal atau tidak. Maksud dari data terdistribusi normal adalah bahwa data akan mengikuti bentuk distribusi normal dimana datanya memusat pada nilai rata-rata dan median.

Dalam software SPSS, ada beberapa cara untuk mengetahui kenormalan data diantaranya sebagai berikut.

1. Rasio Kurtosis dan Skewness
Kriteria pengujiannya ialah sebagai berikut.
Jika nilai rasio kurtosis dan skewness berada diantara -2 sampai 2, maka data tersebut dianggap normal.

2. Kolmogorov dan Smirnov
Pada pengujian ini, data dianggap normal jika nilai sig nya lebih dari 0,05.

3. Shapiro WIlk
Kriteria pengujiannya sama dengan kolmogorov smirnov, yaitu data dianggap normal jika nilai sig nya lebih dari 0,05.

Bila data nya normal, maka data tersebut dapat dilanjutkan ke pengujian selanjutnya menggunakan uji parametrik. Namun bila datanya tidak normal, maka ada beberapa alternatif penyelesaian, yaitu:
1. Menambah data atau periode data.
2. Tidak melanjutkan penelitian.
3. Melanjutkan penelitian dengan menggunakan uji non parametrik.



Akuntansi Perusahaan Jasa

Materi akuntansi perusahaan jasa ini telah saya pelajari pada saat tingkat satu di Universitas Gunadarma. Karena itulah saya ingin berbagi kepada pembaca mengenai apa yang telah saya dapatkan perihal akuntansi perusahaan jasa.

Perusahaan Jasa adalah perusahaan yang kegiatannya menyediakan berbagai pelayanan kepada anggota masyarakat yang memerlukan.

Beberapa contoh Bidang-Bidang dalam Usaha Jasa ialah:
a) Transportasi : Perusahaan taksi dan bis, dan lain-lain.
b) Komunikasi : Pengusaha wartel, penerbit surat kabar, dan lain-lain.
c) Persewaan : Per sewa gedung pertemuan, alat-alat berat.
d) Keahlian : Penjahit, salon kecantikan, dan lain-lain.e) Profesi : Notaris, Biro konsultan, dan lain-lain.

Perusahaan Jasa memiliki Ciri-Ciri sebagai berikut.
a) Kegiatan usahanya selalu membantu orang lain / badan lain dengan menerima balas jasa.
b) Pembelian barang oleh perusahaan jasa (bahan habis pakai / perlengkapan dan peralatan) tidak untuk diolah atau dijual kembali tetapi untuk memberikan pelayanan kepada pemakai jasa.
c) Pendapatannya diperoleh dari penjualan jasa.

Dalam pencatatan pada perusahaan jasa, terdapat siklus transaksi yaitu sebagai berikut.
1. Tahap Pencatatan
Siklus akuntansi dimulai dengan adanya suatu transaksi / kejadian yang harus dicatat. Tahap pencatatan meliputi pencatatan-pencatatan dalam bukti transaksi / bukti pembukuan, jurnal, dan buku besar.
a) Transaksi, yaitu tindakan yang mengakibatkan perubahan aktiva / kewajiban dan ekuitas /modal yang berhubungan dengan pihak luar.
Contoh : - Pembelian barang, perlengkapan, dan peralatan
- Penjualan barang atau jasa
- Pembayaran utang usaha
- Pembayaran beban sewa, gaji
- Penerimaan pendapatan, piutang usaha

b) Kejadian, yaitu tindakan yang terjadi di dalam perusahaan (transaksi intern).
Contoh : - Penyusutan aktiva tetap
- Pemakaian perlengkapan
- Pembentukan cadangan piutang tak tertagih

2. Tahap Pengikhtisaran
a) Memproses hasil pencatatan selama periode akuntansi dan menyesuaikannya dengan keadaan yang sebenarnya pada akhir periode akuntansi.
b) Tahap ini meliputi penyusunan neraca saldo, jurnal penyesuaian, penutupan buku besar, dan neraca sisa setelah penutupan.

3. Tahap Pelaporan
a) Penyusunan laporan keuangan yang bersumber dari hasil pengikhtisaran.
b) Pembuatan laporan keuangan berdasarkan akun – akun buku besar.
c) Laporan keuangan dapat disusun setelah membuat penyesuaian dan memasukkannya ke dalam akun buku besar atau setelah menyusun kertas kerja.




Asal Mula Kalkulator

Kita tentu sudah tidak asing lagi dengan alat hitung yang satu ini.. suatu alat yang selalu berdekatan dengan manusia khususnya mahasiswa jurusan akuntansi,, apalagi kalau bukan Kalkulator. Kalkulator adalah suatu mesin berukuran relatif kecil namun memiliki manfaat yang sangat besar dalam melakukan perhitungan, baik perhitungan biasa, perhitungan akuntansi maupun perhitungan statistik.

Namun pernahkan kita berpikir dari mana kalkulator berasal? Untuk itu saya akan mengulasnya pada postingan ini.

Pada awal 1640an kalkulator mekanik telah diproduksi oleh pabrik untuk dijual. Catatan menunjukan bahwa mesin sejenis telah ada sebelumnya, tetapi Blaise Pascal lah yang menemukan kalkulator komersil pertama kali, sebuah mesin penambah bertenaga tangan. Meskipun percobaan untuk kalkulator pengali telah dilakukan oleh Gottfried Liebnitz pada tahun 1670an tetapi kalkulator pengali yang nyata muncul pertama kali di Jerman tidak lama setelah Revolusi Amerika.

Itulah kilasan singkat mengenai penemu kalkulator.. tanpa beliau, kita tidak akan semudah ini melakukan perhitungan dalam kegiatan kita.

Software Akuntansi

Sebagai seorang mahasiswa Akuntansi, ada baiknya jika kita mengetahui beberapa macam software / perangkat lunak yang biasa dipakai pada bidang akuntansi. Untuk itu saya akan menjelaskan tujuh jenis software yang biasa dipakai dalam akuntansi diantara sekian banyak pilihan software yang ada.

1. MYOB
MYOB merupakan Program aplikasi akuntansi yang digunakan untuk mengotomatisasikan pembukuan secara lengkap, cepat dan akurat. Myob Limited mengeluarkan MYOB Accounting versi 12 hadir dengan sejumlah fasilitas namun tetap memiliki karakteristik yang sama, yaitu pemasukkan daftar akun, pengaturan (setup), mengelola bank,pelanggan, pemasok, produk sampai pada laporan keuangan seperti neraca,laba rugi dan sebagainya.

2. DacEasy Accounting (DEA) & Payroll 95
DacEasy Accounting & Payroll 95 adalah suatu software yang digunakan untuk mengelola data akuntansi yang terdapat pada suatu entitas serta menampilkan laporan keuangan berdasarkan data akuntansi.

3. ACCURATE
ACCURATE merupakan software akunting yang kaya dengan fitur yang dirancang khusus untuk perusahaan kecil hingga menengah.
Sampai dengan saat ini, telah ada ratusan perusahaan yang tersebar di seluruh Indonesia yang telah memakai Accurate. Bahkan ada beberapa pengusaha Indonesia yang membawa Accurate untuk dipergunakan di perusahaannya yang berada di luar Indonesia.
Laporan yang dapat dihasilkan Accurate:
• Saldo piutang/hutang per tanggal yang diinginkan
• Laporan untuk keperluan Auditing, seperti Layout untuk Top Schedule/Working Trial Balance (kertas kerja auditor), Audit Trails (jejak audit), Daftar Rasio Keuangan, dan Projected Cash Flow
• Untuk Aktiva Tetap, Accurate menyediakan laporan Daftar Penyusutan dan Perhitungan Beda Sementara, laporan ini disediakan untuk menunjang SPT Pajak.
• Laporan Keuangan, yaitu Neraca, Laporan Rugi Laba, Laporan Arus Kas, dan juga Laporan Buku Besar.
• Untuk Persediaan, ada Kartu Persediaan, Laporan Inventory Valuation, dan Projected Inventory
• Laporan Pembelian, a.l: Laporan Pembelian Barang per Vendor, Purchase Order per Vendor, Laporan Pembelian dibandingkan dengan 4 hari sebelumnya, 4 bulan sebelumnya, dan juga 4 tahun sebelumnya, dan Laporan Retur Pembelian.
• Laporan Penjualan, a.l: Laporan Komisi Salesman, Sales Order per Item, termasuk juga Laporan retur Penjualan
• Analisa laporan keuangan, baik Analisa Neraca, maupun Rugi Laba
• Laporan Dupont System dan Z-Score
• Dan juga Laporan Pendukung SPT seperti: Daftar Penyusutan Aktiva Tetap, Daftar PPN Masukan, Daftar PPN Keluaran, Rekonsiliasi PPN lebih/kurang Bayar, Daftar Kurs Dirjen Pajak.

4. LedgerPlus
Software akuntansi General Ledger (GL). Dilengkapi dengan built-in fungsi AR dan AP aging schedule.

feature utama dari software ini ialah:
° Transaksi dalam mata uang lokal dan asing (multi currency).
° Dua pilihan kurs: Pajak dan Tengah BI.
° Otomatis perhitungan Saldo Awal, Saldo Akhir dan Revaluasi.
° Cost/Profit Center untuk cabang, divisi, proyek, dll.
° Penomoran account flexible hingga 30 digit.
° Periode akuntansi flexible bulanan, triwulan, tahunan.
° Laporan terintegrasi langsung dengan Microsoft Excel.
° Proteksi user, password dan hak akses program.
° Otorisasi (posting) hanya dapat dilakukan oleh accounting manager.
° Sangat mudah digunakan. Panduan dalam bahasa Indonesia.

5. iOffice
Software akuntansi Penjualan, Pembelian, Persediaan Barang (Inventory) dan Produksi (Manufacturing).

feature utama dalam software ini ialah:
° Transaksi dalam mata uang lokal dan asing (multi currency).
° Fungsi Sales Order, Delivery dan Return.
° Fungsi Purchase Order, Receive dan Return.
° Terintegrasi dengan module GL, AR, AP (LedgerPlus).

° Dua pilihan inventory cost method: FIFO dan Average.
° Gudang lebih dari satu (multi warehouse).
° Laporan terintegrasi langsung dengan Microsoft Excel.
° Proteksi user, password dan hak akses program.
° Sangat mudah digunakan. Panduan dalam bahasa Indonesia.


6. Cash Register
Sistem Point Of Sale (POS) berbasiskan Personal Computer (PC) untuk menggantikan fungsi mesin Cash Register. Cocok digunakan bagi toko dan mini market.

feature utama dalam software ini ialah:
° Persediaan barang (Inventory).
° Penjualan (Sales), Pembelian (Purchase) dan Produksi (Manufacture).
° Dapat diintegrasikan dengan mesin Barcode Reader.
° Print struk penjualan, laporan kartu stock, penjualan, pembelian, dll.
° Laporan terintegrasi langsung dengan Microsoft Excel.
° Proteksi user, password dan hak akses program.
° Sangat mudah digunakan. Panduan dalam bahasa Indonesia.

7. Zahir
• Zahir Accounting adalah software akuntansi keuangan terbaik penuh inovasi yang sangat berbeda dengan software akutansi lainnya.
• Mempermudah pembukuan, dimana seluruh jurnal akuntansi dan laporan keuangan dibuat secara otomatis tanpa perlu mengerti teori akuntansi yang mendalam.
• Mempermudah Anda dalam mengambil keputusan bisnis, karena dilengkapi berbagai analisa laporan keuangan perusahaan, seperti analisa rasio, break even point analysis, berbagai grafik dan laporan interaktif yang menarik dan terintegrasi.
• Dengan segala kelebihannya, Zahir Accounting Software lebih tepat disebut 'business management software'.
• Software akuntansi lainnya hanya dirancang untuk mencatat jurnal transaksi, membuat laporan laba rugi dan laporan neraca, yang hanya mudah digunakan oleh mereka yang mengerti teori akuntansi, Zahir Accounting mudah digunakan oleh siapa saja.

Sekian paparan dari saya, semoga bermanfaat bagi kalian
(sumber : pustaka dan internet)

Komponen Ilmu

Ada beberapa komponen ilmu, diantaranya:

Konsep
Konsep dibutuhkan dalam penelitian untuk memahami dan mengkomunikasikan informasi mengenai suatu objek. Konsep adalah sekumpulan arti atau sekumpulan karakteristik yang berhubungan dengan kejadian, objek, kondisi, atau situasi tersebut ( emory dan cooper). Menurut Rusidi (1997),Di konsep adalah istilah singkat untuk menyatakan ( abstraksi ) realita atau fenomena. Dalam konsep terkandung batasan – batasan arti (definisi) dari penamaan golongan, kategori, dan klasifikasi,. Jika konsep ini ditelaah sampai mendasar maka akan sampap pada istilah variabel.
Keberhasilan penelitian tergantung pada :
1. Seberapa jelas kita melakukan konseptualisasi.
2. Seberapa jelas pihak lain memahami konsep yang kita gunakan, misalkan kita akan melakukan survei mengenai penghasilan para profesional muda dengan kuisioner. Penelitian tidak akan berhasil kalau konsep penghasilan yang kita maksud tidak jelas atau tidak dimengerti oleh responden,misalnya tidak jelas apakah penghasilan per bulan, apakah gaji tetap saja atau termasuk pendapatan sampingan. Selain itu, konsep profesional muda juga harus didefinisikan dengan jelas atau eksplisit sehingga pihak lain mempunyai persepsi atau konsepsi yang sama dengan pihak peneliti.


Variabel :
Variabel adalah konsep yang mempunyai variasi sifat yang dapat dinyatakan dengan jumlah atau besaran yang bernulai kategorial. Pengertian yang lainnya adalah karakteristik obyek yang dapat diklasifikasikan ke dakam sekurang – kurangnya dua klasifikasi. Sedangkan menurut Kerlinger di dalam Emory dan Coper (1991 ), variabel adalah simbol dimana suatu bilangan atau nilai diberikan pada simbol tersebut. Variabel – variabel tersebut bisa diklasifikasikan dalam beberapa jenis, diantaranya adalah :

1. Variabel Diskrit dan Variabel Kontinyu
Nilai numerik yang diberikan pada variabel didasarkan pada sifat yang beragam. Misalnya untuk variabel yang bersifat dikotomi mempunyai 2 nilai yang menunjukan ada atau tidak adanya sifat tertentu, contohnya pria-wanita, pengangguran-bukan pengangguran. Variabel juga bisa terdiri dari dua kategori, misalnya suku, jenis perusahaan, dan lain-lain. Semua variabel-variabel dalam bentuk kategori-kategori tersebut disebut varibel diskrit, sedangkan pendapatan, suhu, umur, nilai ujian adalah contoh-contoh variabel kontinyu.
2. Variabel bebas dan Variabel terikat
Jenis variabel ini terutama digunakan dalam menganalisis hubungan antara variabel, yaitu variabel terikat dipengaruhi oleh variabel terikat. Misalnya promosi ( variabel independent ) akan mempengaruhi penjualan (variabel terikat )
3. Variabel nominal, Ordinal, Interval, dan ratio
Pengklasifikasian ini didasarkan pada tingkat pengukuranya yang akan dijelaskan secara lengkap pada berikutnya.